Sunday, November 4, 2012

Iktibar Dari Kisah Nabi Yunus


Dan (sebutkanlah peristiwa) Zunnun (Nabi Yunus), ketika dia pergi (meninggalkan kaumnya) dalam keadaan marah, yang menyebabkan dia menyangka bahawa Kami tidak akan mengenakannya kesusahan atau cubaan; (setelah berlaku kepadanya apa yang berlaku) maka dia pun menyeru dalam keadaan yang gelap-gelita dengan berkata: Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri. (Anbiya:87)

Nabi Yunus terkurung di dalam 3 lapis kegelapan (Zulumatin Thalath). Kegelapan perut ikan, kegelapan laut dan kegelapan malam. Bayangkanlah perasaan Nabi Yunus saat itu, ketakutannya, kesedihannya, kepiluannya, rasa bersalahnya dan sebagainya.

Dia mengulang-ulang: "LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZ ZOLIMIN"
Sesungguhnya tiada Tuhan (yang dapat menolong) melainkan Engkau (ya Allah). Maha Suci Engkau (daripada melakukan aniaya, tolongkanlah daku)! Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri.

Dia hanya mampu menangis, merayu, merintih dan bermunajat kepada Allah SWT.

Lihatlah, dengan rahmat Allah yang luas, dengan limpahan kasih sayang dan belas kasihanNya..

"Maka Kami kabulkan permohonan doanya (Nabi Yunus) dan Kami selamatkan dia dari kesusahan yang menyelubunginya dan sebagaimana Kami menyelamatkannya, Kami akan selamatkan orang-orang yang beriman (ketika mereka merayu kepada Kami)". (Anbiya:88).

Antara perkara penting dari kisah Nabi Yunus a.s ialah betapa penting, besar dan utamanya ZIKRULLAH di dalam kehidupan seharian kita. Dengan asbab ZIKRULLAH, Allah SWT telah menyelamatkan hamba-Nya dari kesukaran, kesulitan, kepayahan dan kesedihan.

"Dan sesungguhnya Nabi Yunus adalah dari Rasul-rasul (Kami) yang diutus. (Saaffat:139)
(Ingatkanlah peristiwa) ketika dia melarikan diri ke kapal yang penuh sarat. (Saaffat:140)
(Dengan satu keadaan yang memaksa) maka dia pun turut mengundi, lalu menjadilah dia dari orang-orang yang kalah yang digelungsurkan (ke laut). (Saaffat:141)
Setelah itu dia ditelan oleh ikan besar, sedang dia berhak ditempelak. (Saaffat:142)
Maka kalaulah dia bukan dari orang-orang yang sentiasa mengingati Allah (dengan zikir dan tasbih). (Saaffat:143)
Tentulah dia akan tinggal di dalam perut ikan itu hingga ke hari manusia dibangkitkan keluar dari kubur. (Saaffat:144)".

Daripada kisah Nabi Yunus a.s, Allah menjelaskan kepada kekasih-Nya, Nabi Muhammad SAW beberapa perkara utama:

BERSABAR DI DALAM DAKWAH, TIDAK MUDAH PUTUS ASA, HENDAKLAH BERBAIK SANGKA KEPADA ALLAH, YAKIN KEPADA ALLAH, YAKIN BETAPA BESAR RAHMAT & PERTOLONGANNYA DAN SENTIASALAH MENGHARAP KEPADA RAHMAT DAN BELAS KASIHANNYA.

"Maka bersabarlah (wahai Muhammad) menerima hukum Tuhanmu (memberi tempoh kepada mereka) dan janganlah engkau bersikap seperti orang yang telah ditelan oleh ikan. (Ingatlah kisahnya) ketika dia berdoa merayu dengan keadaan sesak sebak terkurung dalam perut ikan. (Qalam:48)
Kalaulah dia tidak didatangi nikmat pertolongan dari Tuhannya, nescaya tercampaklah dia ke tanah yang tandus (di tepi pantai) dalam keadaan dia ditempelak (kerana salah silapnya). (Qalam: 49)".

Sumber : Ustaz Amal


No comments:

Post a Comment

Terimakasih kerana meninggalkan komen

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

facebook